Tampilkan postingan dengan label kata hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kata hati. Tampilkan semua postingan

Senin, 11 Januari 2010

Save me

Save me



Save me
Kata itu telah jutaan kali terucap
Kata itu telah jutaan kali kugoreskan
Kata itu telah kerap kali kuperlihatkan

Lewat lembutnya desiran angin kubisikkan save me
Lewat indahnya tekstur pelangi kulukiskan save me
Lewat kilaunya buih ombak kuhempaskan save me
Lewat jernihnya mata air kualirkan save me
Tak juakah kalian melihat pertanda itu?
Tak juakah kalian mendengar nyanyian itu?
Tak juakah kalian merasakan keresahan itu?
Tak juakah kalian mencium aroma semerbak itu?

Jangan salahkan aku jika aku datang berlayarkan tsunami
Jangan kutuk aku jika aku datang berkipaskan puting beliung
Jangan maki aku jika aku membawa keranda banjir bandang
Jangan umpat aku jika kudatang dengan kuburan tanah longsor.

Telah letih aku meminta
Telah jenuh aku berharap
Telah jera aku memohon
Berharap kalian mau menolong diriku

Aku…bumi tempatmu berpijak
Aku…bumi tempatmu menyandarkan asa
Aku…bumi tempatmu membuka mata
Aku…bumi tempatmu kembali.,..




Kamis, 03 Desember 2009

Yang Menggelitik Pikiranku


Yang menggelitik pikiranku


Ada satu hal yang menggelitik pikiranku saat saya membaca penggalan tulisan dari sebuah buku karya Ary Ginanjar Agustiar,yang mengisahkan tentang Bung Hatta,Sang Proklamator kemerdekaan bangsa yan hingga akhir hayatnya tak mampu memenuhi impiannya untuk sepatu merk Bally,sebuah guntingan iklan yang memuat alamat penjual sepatu tersebut menjadi saksi bisu keinginan sederhana sang Proklamator Bangsa.
Jujur saja saya sampai terharu dan ada berpikir”kok bias ya?”seorang wakil presiden tak mampu memiliki sepasang sepatu merk terkenal.Jawabannya sederhana saja ,Beliau memang seorang Pejabat Tinggi Negara ,tapi Beliau memiliki sifat dan punya prinsip hidup sederhana ,tidak berlebihan ,mendahulukan kepentingan Negara dan rakyatnya,dan tidak menggunakan jabatannya sebagai alat memperkaya diri demi memperturutkan keinginan pribadinya.
Apa yang terjadi saat ini sangatlah kontras bila dibandingkan dengan kisah diatas,dimana begitu banyak orang terbelenggu oleh keinginan pribadi demi kekuasaan,uang dan jabatan.Muaranya pun bisa kita lihat sendiri,Korupsi merajalela dan menjadi trendsetter,perampokan,penindasan terjadi disekitar kita.Apa yang dilakukan oleh Bung Hatta seolah bukanlah suatu panutan ,melainkan tindakan bodoh dan menyia-nyiakan kesempatan,sungguh terlalu.Wajah-wajah yang kulihat bukan lagi wajah yang sesungguhnya,melainkan wajah bertopeng yang penuh dengan peran kotor dari sebuah panggung kemunafikan demi kekuasaan,harta,ataupun jabatan.
Bila Bung Hatta bisa melihat kondisi sekarang ini saya yakin Beliau pastilah sedih dengan perilaku manusia-manusia bertopeng ini,saya juga yakin kitapun sangat sedih dengan keadaan ini.Keadaan dimana moral,budi,iman,dan toleransi dikalahkan oleh sebuah drama kolosal bersutradarakan kemunafikan ,kekuasaan,uang,dan harta.Yang di pentaskan diatas panggung kebobrokan dengan lakon kenistaan.
Semoga saja akan lahir kembali Bung Hatta baru dengan sensor keimanan,budi utama,kesederhanaan,dan peduli,berahlak,dan visioner.Hingga mampu membuka wajah penuh topeng tersebut,hingga wajah asli Indonesia kembali terlihat sebagai pemeran utamanya.


Related Posts with Thumbnails Daftar di PayPal, lalu mulai terima pembayaran menggunakan kartu kredit secara instan. readbud - get paid to read and rate articles